9 Perempuan Mengaku Jadi Korban Begal Payudara di Jombang

9 Perempuan Mengaku Jadi Korban Begal Payudara di Jombang

Jombang – Sejauh ini terdapat 9 perempuan di Jombang yang menjadi korban begal payudara. Pelecehan seksual tersebut mengakibatkan korban trauma.

Salah satu korban L bersama 2 temannya mengaku menjadi korban begal payudara saat masih sekolah di salah satu SMK di Kecamatan/Kabupaten Jombang. Pelecehan seksual ini dia alami sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Buah dadanya diremas seorang pria yang mengendarai Yamaha NMax di jalan Desa Banyuarang, Ngoro, Jombang. Saat itu dia mengendarai motor seorang diri.

“Saat itu saya pulang sekolah hari Jumat, kondisi jalan sepi,” kata SL saat dihubungi detikcom, Rabu (6/3/2019).

“Di waktu yang hampir bersamaan, setelah saya lalu teman saya,” ujarnya.

Korban lain mengaku menjadi korban begal payudara sekitar 3 tahun yang lalu. Gadis asal Kecamatan Diwek Jombang ini dilecehkan seorang pria dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di salah satu pusat perbelanjaan di Jombang Kota.

Saat itu korban dibuntuti seorang pria mengendarai motor matic warna merah sekitar pukul 22.30 WIB. Pelaku mendekati dirinya dengan dalih meminta nomor ponsel. Namun, dia tidak menggubris permintaan pria tersebut.

Setelah melalui Polsek Diwek, pelaku kembali mendekatinya. Tanpa diduga, pria mesum itu meremas payudara korban.

“Mau saya lembar helm pelakunya tapi saya takut diperkosa, kondisi jalan sepi banget,” ungkapnya.

Pasca insiden tersebut, korban mengaku syok. “Sejak kejadian itu saya selalu minta antar jemput kalau kerja,” cetusnya.

Seorang buruh pabrik asal Kecamatan Jombang juga mengaku mengalami pelecehan seksual serupa saat berangkat bekerja pada suatu pagi di tahun 2012. Saat itu korban naik sepeda angin seorang diri menuju ke pabrik tempatnya bekerja.

Payudara korban diremas seorang pria saat melintas di Jalan Kwijenan, Desa Jelakombo, Jombang. Menurutnya, pelaku bertubuh kurus, mengendarai motor dan helm hitam.

“Habis kejadian itu, besoknya saya langsung mengundurkan diri dari pabrik. Sampai saat ini pun saya tidak pernah mau lewat jalan itu lagi,” jelasnya.

Sementara 4 korban lainnya adalah warga Kecamatan Gudo, serta gadis asal Kecamatan Diwek dan Sumobito. Pelaku begal payudara melancarkan aksinya di jalan sepi pada malam hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *