6 Pembocoran Rahasia Terbesar oleh Julian Assange

6 Pembocoran Rahasia Terbesar oleh Julian Assange

Dewauno.com , London, Julian Assange yang ditangkap di London, Inggris membangun reputasi sebagai pendiri WikiLeaks, yang dikenal membuat geram pemerintahan sejumlah negara karena membocorkan informasi rahasia dan sensitif.

Sejumlah pihak menganggap dia sebagai juara transparansi pemerintah dan kebebasan pers. Namun pihak-pihak lainnya mengutuknya sebagai pejabat berbahaya yang sudah membahayakan keamanan nasional.

Dilansir dari media USA Today, Jumat (12/4/2019), berikut enam bocoran terbesar yang dilakukan Assange dan organisasinya sejak didirikan pada tahun 2006.

  • Panduan Angkatan Darat AS untuk kamp penjara Guantanamo di Kuba

Dirilis November 2007. Ini merupakan salah satu pembocoran rahasia terbesar pertama yang dilakukan Assange dan WikiLeaks, yakni panduan Angkatan Darat AS setebal 238 halaman mengenai produser operasi standar bagi penjara Kamp Delta di Guantanamo Bay, Kuba. Panduan ini menunjukkan bahwa Angkatan Darat AS memiliki kebijakan menyembunyikan sejumlah tahanan dari para inspektur Palang Merah dan menahan tahanan-tahanan baru dalam ruang isolasi selama dua pekan untuk membuat mereka lebih patuh pada petugas interogasi.

  • 570.000 pesan yang dikirimkan mengenai serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat

Dirilis pada November 2009. WikiLeaks merilis lebih dari setengah juta persen pager yang dikirimkan dalam waktu 24 jam seputar serangan teroris 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3 ribu orang. Pesan-pesan yang dibocorkan termasuk pesan-pesan balasan dari pejabat-pejabat Pentagon, FEMA, FBI dan Departemen Kepolisian New York. Saat merilis pesan-pesan tersebut, WikiLeaks berharap hal itu akan memberikan pemahaman luas mengenai bagaimana serangan teroris itu menimbulkan kematian, perang dan oportunis.

  • Dokumen Perang Irak dan Afghanistan

Dirilis Juli dan Oktober 2010. WikiLeaks menerbitkan banyak dokumen rahasia mengenai aksi militer Amerika Serikat. Organisasi tersebut merilis lebih dari 90 ribu dokumen terkait Afghanistan dan kemudian menerbitkan lebih dari 400 ribu dokumen mengenai perang di Irak. Dokumen-dokumen tersebut termasuk informasi mengenai tewasnya warga sipil, pengejaran pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden dan dukungan Iran kepada para militan di Irak.

  • Video serangan helikopter AS yang menewaskan warga sipil di Irak

Dirilis April 2010. WikiLeaks mempublikasi rekaman video dari serangan helikopter Apache milik AS pada tahun 2007 di Baghdad, Irak yang menewaskan 9 orang, termasuk seorang fotografer berita Reuters dan sopirnya. Prajurit Angkatan Darat AS, Bradley Manning, perempuan transgender yang kemudian dikenal sebagai Chelsea Manning, kemudian ditangkap atas perilisan video tersebut dan material rahasia lainnya mengenai perang di Irak dan kematian warga sipil.

  • Kabel-Kabel Diplomatik Departemen Luar Negeri AS

Dirilis pada November 2010 hingga September 2011. WikiLeaks merilis lebih dari 250 ribu kabel diplomatik AS yang bertanggal mulai Desember 1966 hingga Februari 2010. Menteri Luar Negeri AS saat itu, Hillary Clinton menyebut perilisan tersebut “serangan terhadap komunitas internasional” Dokumen yang dirilis termasuk verifikasi bahwa AS diam-diam melakukan serangan-serangan drone di Yaman, desakan keluarga kerajaan Arab Saudi agar AS menyerang Iran dan penyebutan Russia dibawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin sebagai “negara mafia virtual.”

  • Email-Email yang diretas pada 2016

Dirilis Juli dan Oktober 2016. Pada 22 Juli 2016, WikiLeaks merilis hampir 20 ribu email Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) dan pada 7 Oktober 2016. WikiLeaks merilis 2 ribu email dari manajer kampanye pencalonan presiden Hillary Clinton, John Podesta. Email-email yang oleh badan intelijen AS kemudian dinyatakan telah dicuri oleh para peretas yang bekerja untuk pemerintah Russia, tampaknya menunjukkan bahwa DNC lebih mendukung Clinton dibanding rivalnya, senator Bernie Sanders. Salah satu informasi yang terungkap dalam email-email Podesta adalah berita bahwa Plt Ketua DNC saat itu, Donna Brazile telah lebih dulu memberikan pertanyaan-pertanyaan debat ke kubu kampanye Clinton.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *